Talia Alfirna Maulida, Delegasi Indonesia pada even Asia Youth International Model United Nation di Malaysia

Ramah dan fasih berbahasa Inggris, itulah kesan ketika berbincang dengan Talia Alfirna Maulida, yang akrab dipanggil Firna. Remaja kelahiran Madiun 12 juni 2000 ini sejak kecil memang telah dibiasakan berkomunikasi dengan Bahasa Inggris oleh keluarganya. Maka tak heran keingintahuannya terhadap berbagai program exchange student (pertukaran pelajar) ke luar negeri sangat besar.

Sayangnya bungsu dari tiga bersaudara ini tidak pernah mendapatkan ijin dari kedua orangtuanya untuk menjalani studi seorang diri di negara asing. Karena itulah ia punya inisiatif untuk mengikuti jenis program lain yang memungkinkan dirinya bisa terbang keluar negeri.

Itulah salah satu alasan Firna mendaftarkan diri pada sebuah program bernama ASIA YOUTH INTERNATIONAL MODEL UNITED NATION yang diselenggarakan sebuah NGO di Malaysia akhir tahun lalu.  Sebelumnya ia tidak menduga tes Aplikasinya secara online diterima oleh pihak penyelenggara. Selama kurang lebih 4 hari Firna bersama ratusan anak muda  lainnya dari berbagai negara terutama Asia Tenggara berkumpul untuk mempelajari bagaimana sidang PBB disimulasikan.

Remaja yang juga terpilih sebagai Pelajar Peduli Keselamatan Perkeretaapian tingkat  Jawa Timur ini mengaku cukup bangga bisa terpilih dan bergabung bersama dengan para delegasi lainnya yang mayoritas berlatar belakang mahasiswa S1 hingga Pasca Sarjana dari berbagai jurusan terutama Hubungan Internasional. Tujuan mereka ikut program serupa menurut Firna adalah untuk mempelajari cara kerja di United Nation atau PBB beserta Badan-Badan yang termasuk di dalamnya seperti WHO, FAO, UNESCO, UNICEF, dll. Selain itu juga demi melengkapi materi tugas akhir atau tesis  yang sedang dikerjakan.

Selama berada di negeri Jiran Firna yang saat ini duduk di bangku kelas 12 ini mengaku mendapatkan banyak hal berharga, terutama tentang bagaimana negara-negara dalam sebuah kawasan harus bekerjasama untuk mewujudkan perdamaian dunia. Ketika satu negara mendapatkan permasalahan yang mengancam stabilitas kawasan sekitarnya, maka negara-negara lain tidak boleh tinggal diam dan harus memberikan solusi terbaik bagi semua pihak.

Bagi dirinya sendiri ilmu-ilmu yang ia dapatkan dari event ASIA YOUTH INTERNATIONAL MODEL UNITED NATION bisa diimplementasikan pada kehidupan sehari-hari, dimana ia harus belajar melihat masalah dari berbagai sudut pandang, sehingga bisa didapatkan solusi terbaik.

 

Reporter : Rosi Ge FM

Delegasi Indonesia pada even Asia Youth International Model United Nation di MalaysiaTalia Alfirna Maulida
Comments (0)
Add Comment