Sosok Paskal Wardana Wakil 1 Kakang Madiun 2015 yang Ramah dan Aktif di Komunitas Lupus

 

Ramah dan mudah bergaul itulah kesan ketika berbincang dengan Paskal Wardhana, finalis Raka Raki jawa Timur 2018. Hal inilah yang juga pernah mengantarkannya sebagai Juara Persahabatan dalam pemilihan Kakang Madiun tahun 2015.

Saat ini mahasiswa tingkat akhirUniversitas Widya Mandala Madiun ini sedang sibuk menyelesaikan tugas akhir di Jurusan Psikologi. Ia mengaku mengambil judul skripsi berkaitan dengan kasus penyakit lupus pada pasien laki-laki. Hal ini menarik minatnya karena menurut data, sejauh inihanya sekitar 5% kasus lupus terjadi pada pria, sementara hampir 95% sisanyaadalah perempuan karena salah satu faktor penyebabnyaberkaitan dengan jumlah hormon estrogen.

Selain sedang berkonsentrasi di tugas akhir, pria kelahiran Madiun 31 Maret 1994 ini juga cukup aktif tergabung di beberapa komunitas, diantaranya Papandayu, Kelas Inspirasi dan komunitas Griya Yara. Griya Yara sendiri merupakan komunitas yang beranggotakan para pasien lupus serta relawan di kota Madiun.

Paskal mengaku keikutsertaannya di sejumlah komunitas pendidikan dan sosial itu merupakan panggilan nurani. Ia ingin bisa lebih banyak berbagi dengan sesama, sekaligus belajar banyak hal dari orang-orang yang baru dikenalnya. Di Kelas Inspirasi, pria berkacamata ini bilang mendapatkan banyak pengalaman berharga dari rekan-rekannya sesamarelawan yang datang dari berbagai latar belakang profesi.

Wakil I Kakang Madiun 2015 ini bercerita, awal ia mendaftarkan diri di ajang Kakang Mbakyu Madiun 2015 karena dorongan dari sang ibu dan teman-teman kampusnya. Sang ibu cukup yakin Paskal bisa berprestasi di ajang tahunan yang digelar Pemkot Madiun itu. Keyakinan sang ibu ternyata berhasil memotivasi Paskalmenunjukkan bakatnya di hadapan tim juri, sehingga ia berhasil membawa pulang juara II.

Bungsu dari tiga bersaudara ini bilang sangat beruntung bisa mengikuti event itu karena ia mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran berharga. Bertemu banyak kalangan, belajar berkomunikasi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang, serta makin mengasah kepercayaan dirinya.

Namun dengan terpilihnya ia sebagai duta wisata yang memungkinkan dirinya bisa mengunjungi berbagai tempat dan acara besar tidak membuat Paskal lupa diri. Ia ingin mencoba menyeimbangkan hidupnya dengan tetap aktif berkontribusi di komunitas-komunitas sosial dan pendidikan.

Ketika ditanya apa hal unik yang membedakan dirinya dengan orang lain, Paskal menjawab dengan pasti,keramahaan dan kepintarannya dalam mencairkan suasana. Itulahhal orisinil dari dirinya yang tidak dimiliki semua orang.

 

 

Reporter : Rosi Ge FM

 

anak madiunKomunitas Lupus Madiunmadiun kota karismatikPaskal WardhanaWakil 1 Kakang Madiun 2015
Comments (0)
Add Comment