Cerita Shafa Karin Nadiva Ketika Pertukaran Pelajar ke Korea

Shafa Karin Nadiva yang akrab disapa Karin adalah salah satu pelajar dari Madiun yang beruntung mengikuti program pertukaran pelajar ke Korea Selatan akhir tahun 2017.

Pada September 2017, ia dan sejumlah rekannya dari SMA Negeri 2 Madiun selama sekitar 10 hari lamanya berada di negeri ginseng untuk mengunjungi sejumlah lokasi diantaranya Pabrik Samsung di kawasan Gangnam, sekolah STHS (setara SMA ), Cung Ang University, serta mengunjungi Festival budaya Internasional, Nami Island, Line Store, dan beberapa tempat lainnya

Remaja kelahiran Madiun Surabaya, 1 Januari 2002 ini mengaku sangat terkesan dengan budaya disiplin dan kebersihan rakyat Korea Selatan. Ia mengaku mendapat banyak pengalaman menarik selama perjalanan itu. Karin cukup kaget dengan sistem belajar sekolah setara SMA di Korea yang menerapkan full- one- day school mulai jam 8 pagi hingga 10 malam. Menurut sejumlah sumber,  Pemerintah Korsel begitu ketat menerapkan jam sekolah agar siswa belajar keras supaya bisa lolos ke perguruan tinggi . Mereka beralasan persaingan masuk universitas sangat ketat.

Karin sendiri berpendapat belum tentu bisa mengikuti sistem belajar disana yang sedemikian ketat, tapi lain halnya jika nantinya Indonesia akan menerapkan hal serupa. Mungkin ia akan mencoba membiasakan diri.

Selama mengikuti program itu, remaja yang tinggal di Jl. Dr Soetomo kota Madiun ini bilang cukup kesulitan berkomunikasi dengan warga lokal, pasalnya Bahasa Inggris jarang digunakan warga Korea Selatan. Kalaupun ada, pelafalannya pun susah dipahami. Karena itu ia lebih banyak menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi .

Keberadaan halal food pun agak susah didapatkan jika berkunjung  tanpa didampingi  kenalan atau jasa tour guide. Untungnya kala itu ia bersama rombongan telah disediakan menu khusus sehingga tidak khawatir dengan kandungan di dalamnya.

Cerita paling berkesan yang dirasakan Karin selama kunjungannya ke Korea Selatan adalah ketika menyaksikan salah satu Festival Budaya yang digelar pemerintah setempat.  Ia bisa melihat masing-masing negara menampilkan budaya mereka yang unik . perwakilan dari Indonesia, kala itu menurut Karin menampilkan pertunjukan tari Saman dari Aceh.

Ketika ditanya apakah punya impian melanjutkan kuliah ke Korea,  gadis berwajar timur tengah ini mengatakan belum punya rencana kesana. Saat ini ia masih ingin fokus menyelesaikan studi di SMA kemudian melanjutkan S1 nya di dalam negeri.

 

 

Reporter : Rosi Ge FM

anak madiunmadiun kota karismatikPertukaran Pelajar ke KoreaShafa Karin Nadiva
Comments (0)
Add Comment