Penerimaan Bea Cukai Madiun Tahun 2021 lebih dari 600 Milyar

78

Menjelang pergantian tahun, tepatnya di penghujung tahun 2021 Bea Cukai Madiun berhasil mencapai target kinerja, baik dalam bidang penerimaan atau pengawasan. Dalam pencapaiannya, Bea Cukai Madiun membukukan penerimaan hingga Rp 638,8 milyar

Capaian di bidang penerimaan sampai dengan tanggal 29 Desember 2021 senilai Rp 638.876.615.885,- tersebut terdiri dari penerimaan kepabeanan Rp 917.601.000,- dan penerimaan cukai Rp 637.959.014.885,-.

Dengan nilai tersebut, penerimaan Kantor Bea Cukai Madiun pada tahun 2021 melampaui target yang telah ditetapkan yaitu Rp 528.559.224.000,- dengan persentase capaian 120,87%. Capaian ini dinilai sangat positif karena tumbuh sebesar 15% dari capaian tahun 2020 senilai Rp 533,3 milyar.

”Dengan nilai tersebut, penerimaan Kantor Bea Cukai Madiun pada tahun 2021 melampaui target yang telah ditetapkan yaitu sebesar Rp 533,3 milyar dengan persentase capaian 120,87%. Capaian ini dinilai sangat positif karena tumbuh sebesar 15% dari capaian tahun 2020 senilai Rp 533,3 milyar rupiah,” kata Sri Hananto Bawono, Kasi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Kantor Bea Cukai Madiun, Kamis (30/12/2021).

Sri Hananto mengatakan selain capaian dari sisi target penerimaan yang melampaui target tersebut, segenap upaya dalam rangka menciptakan organisasi bersih dari KKN juga dilakukan oleh Bea Cukai Madiun antara lain melalui Unit Satker berpredikat WBK yang berhasil diraih pada tanggal 19 Februari 2020 yang lalu. Dimana ditahun 2021 ini Bea Cukai Madiun tengah melakukan persiapan mengikuti ajang penilaian Satker berpredikat WBBM di tahun 2022.

Yakni melakukan penguatan integritas pegawai melalui program pembinaan mental serta sosialisasi anti korupsi pada seluruh pegawai serta melakukan perbaikan sarana dan prasarana kantor dan juga berupaya memangkas waktu layanan dengan aplikasi mandiri yaitu BCAE for Client, yang saat ini diupayakan bisa direplikasikan ke satker lainnya.

Untuk bidang pelayanan di bidang kepabeanan, sejalan dengan program pemulihan ekonomi nasional, Bea Cukai Madiun juga memfasilitasi kegiatan ekspor melalui Perusahaan Berfasilitas Kawasan Berikat yang berlokasi di Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Madiun.dengan produk ekspor berupa Sepatu Olahraga, Outsole Sepatu, Sandal, Sepatu, Bola Sepak dan Tas. Adapun produk tersebut di ekspor ke Asia, Eropa, Afrika, Kanada, Amerika Tengah dan Amerika Selatan, Australia, dan New Zeeland.

Sri Hananto menambahkan selama tahun 2021, ketiga Perusahaan tersebut telah melakukan ekspor sebanyak 727 kontainer ke negara tujuan masing-masing dan membukukan devisa ekspor senilai USD 37,5 juta. Adapun dari Fasilitas Kawasan Berikat yang diberikan tersebut terbukti memberikan dampak ekonomi yang luar biasa , dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 4953 orang dan tumbuhnya usaha usaha mikro di sekitar perusahaan seperti usaha rumah kos, penjual makanan, dan penyedia lahan parkir hingga perumahan subsidi untuk karyawan disekitar pabrik.

Selain itu industri cukai hasil tembakau memiliki kontribusi tertinggi terhadap penerimaan Bea Cukai Madiun sebesar 99% yang mencapai Rp 637 milyar, pada wilayah pengawasan Bea Cukai Madiun terdapat 12 Perusahaan Hasil tembakau dan 2 Perusahaan Hasil Tembakau Lainnya dengan jenis hasil produksi SKT, SKM, SPM, Klobot, dan Liquid yang dipasarkan di hampir seluruh wilayah eks Karesidenan Madiun dan sekitarnya serta nasional dengan total serapan tenaga kerja mencapai 3233 orang, berdirinya perusahan HT tersebut ikut berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar dibuktikan dengan berdirinya kost-kostan, warung makan, serta usaha usaha mikro di sekitar lokasi perusahaan hasil tembakau.

Masih dalam upaya terus meningkatkan ekspor nasional melalui program klinik ekspor, Bea Cukai Madiun telah dan terus memberikan asistensi kepada perusahaan-perusahaan berpotensi ekspor dengan memberikan konsultasi dan sosialisasi baik secara langsung, melalui meja layanan informasi, maupun melalui media sosial. Selain itu klinik ekspor juga menjadi narasumber dalam rangka sosialisasi pemulihan ekonomi nasional yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kota Madiun, danjuga klinik ekspor Bea Cukai Madiun aktif dalam forum komunikasi UMKM yang diselenggarakan KADIN Kota Madiun

Pada bidang pengawasan, disepanjang tahun 2021 Bea Cukai Madiun berhasil menegah atau melakukan penindakan terhadap 1 (satu) juta batang rokok Ilegal dan Minuman Mengandung Ethil Alkohol Ilegal sebanyak 155 ribu mL dengan taksiran nilai barang sebesar Rp1,7 milyar dan potensi kerugian Negara Rp 582,5 juta rupiah berupa nilai cukai yang seharusnya dibayarkan ke Negara.

Pengawasan terhadap barang-barang ilegal yang dilakukan oleh KPPBC TMP C Madiun bertujuan menjamin hak-hak negara dan dipatuhinya ketentuan Undangundang, baik di bidang Kepabeanan maupun Cukai, serta sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat akan bahaya barang-barang illegal.

Selain itu Bea Cukai Madiun terus meningkatkan pengawasan dengan bekerjasama dengan Perusahaan Jasa Pengiriman barang di wilayah Madiun raya untuk menekan angka peredaran rokok illegal yang dikirim melalui jasa pengiriman barang mengingat saat ini transaksi jual beli online barang haram tersebut yang terus meningkat. Untuk itu di tahun 2021 diadakan beberapa kegiatan, diantaranya Bea Cukai Sobo Pasar, Custom Goes To Campus, Campus On The Street serta sosialiasasi melalui media elektronik dan sosial media.

Anda mungkin juga berminat
Loading...