13 kegiatan baru muncul di pembahasan Pansus dalam Sidang Paripurna DPRD Ponorogo

51

Rapat paripurna DPRD Ponorogo digelar kembali pada kamis (25-11-2021) di Gedung DPRD Ponorogo, yang dihadiri seluruh anggota DPRD, Sugiri Sancoko Bupati, Lisdyarita wakil Bupati Ponorogo. Dalam rapat tersebut dipimpin langsung oleh Sunarto ketua DPRD Ponorogo dengan pembahasan tentang pengambilan keputusan terhadap Propemperda 2022 dan juga tentang pengambilan keputusan terhadap Raperda APBD Tahun Anggaran 2022. Sunarto ketua DPRD Ponorogo mengatakan banyak kegiatan yang muncul ketika pembahasan, seperti  pembelajaran tatap muka yang menyebabkan tingkat kecelakaan anak-anak sekolah meningkat drastis.

“berdasarkan laporan dari berbagai masyarakat, Kapolres, dan berbagai pihak mengusulkan untuk diadakannya kembali Angkutan Cerdas Sekolah (ACS), alhamdulillah mulai tahun depan ACS akan dilaksanakan lagi dan sudah dianggarkan”, kata Sunarto kepada sejumlah wartawan.

Dalam sidang lanjut Sunarto ada beberapa kegiatan yang memang baru sama sekali, untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kemungkinan masih akan berlanjut meskipun belum bisa dilaksanakan pada tahun 2021. Tetapi secara administratif sudah ada komunikasi baik dan  tinggal menunggu MOU antara pemerintah daerah dengan pihak rekanan.

Sidang kali ini ada 13 kegiatan baru yang muncul di pembahasan Pansus, seperti  anggaran untuk PPPK yang nilainya  lumayan besar. Kemudian ada usulan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan untuk perangkat desa, biaya pemilihan kepala desa yang belum masuk di RAPBD, belanja jaminan BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan untuk seluruh anggota BPD dan ketua RT, termasuk operasional ketua RT.

“kemarin visi misinya Rp 10 juta per RT sekarang ada penambahan di pembahasan itu adalah operasional ketua RT,  yang nilainya kurang lebih sama dengan anggaran sebelumnya”, tambah Sunarto

Selain itu ada penambahan anggaran BPJS untuk pegawai non ASN, menyiapkan 5 base camp untuk mahasiswa asal Ponorogo yang di luar kota seperti Yogyakarta, Surabaya, Surakarta, Malang dan Jember. Total anggaran dari rencana awal Rp 2,395 triliun menjadi Rp 2,5 triliun.

“artinya ada penambahan yang siginifikan setelah adanya pembahasan di pansus ini, harapan kita ekspektasi yang tinggi dari masyarakat tentang perbaikan infrastruktur dan sebagainya, layanan sosial, layanan publik lainnya, mudah-mudahan bisa tercukupi dengan baik, adanya APBD 2022 tentu kami DPRD berharap dari semua elemen masyarakat mari kita kawal bersama-sama dalam rangka melaksanakan APBD 2022 dan tidak ada lagi kita hanya bisa menyalahkan tapi tidak bisa berikan solusinya, kita harus memberikan kritik yang konstruktif, kritik yang solutif, dan bukan kritik yang destruktif, nantinya  ada 22 Raperda yang akan kita tuntaskan di tahun 2022”, tutup Sunarto kepada Reporter Radio Ge FM Madiun. (Nasrudin – Reporter Ponorogo)

Anda mungkin juga berminat
Loading...