Kota Madiun terpilih menjadi Pilot Project Program Penurunan Stunting

45

Kasus stunting di Indonesia menjadi perhatian khusus karena jumlah yang cukup banyak, dimana masih ditemukannya kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi anak seusianya, akibat kekurangan gizi kronis.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memilih Kota Madiun menjadi pilot project program penurunan stunting. Tidak hanya itu terpilih juga sebagai pelayanan implan satu batang, pil KB menyusui serta program dapur sehat yang digelar di kampung KB Gedongan Manguharjo Kota Madiun.

Acara tersebut langsung dihadiri Maidi Walikota Madiun didampingi Yuni Setyawati Maidi Bunda GenRe Kota Madiun, Andi Raya Ketua DPRD Kota Madiun, Dwi Listyowardani PLT Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Ajeng Lukitowati Kepala Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN, dan perwakilan Forkopimda.

“Untuk melindungi generasi penerus masa depan di Kota Madiun, Pemerintah Kota sangat serius menangani kasus stunting, itu terbukti saat ini kita dijadikan Pilot project program penurunan stunting oleh BKKBN”, kata Maidi dalam sambutannya.

Maidi menambahkan banyak yang sudah dilakukan pemerintah untuk menurunkan angka stunting yaitu dengan cara pembinaan terhadap calon pengantin, pemberian vitamin kepada calon mempelai putri, pembinaan dan pemberian gizi kepada ibu hamil dan menyusui, serta memantau dan pemberian gizi yang lebih baik kepada anak stunting. Dengan langkah tersebut berhasil menekan angka stunting dari 11 persen menjadi 7 persen.

Dalam kesempatan tersebut Walikota memberikan bantuan makanan penambah gizi bagi wanita hamil dan menyusui, serta pemberian uang tunai bagi anak-anak di sekitar lokasi acara.

Anda mungkin juga berminat
Loading...