Menyusun RKP tahun 2022 Kades bersama warga Kepel Kare Madiun adakan Musdes Khusus

53

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) Desa Kepel Kare Kabupaten Madiun telah berakhir pada tahun 2021, hal ini seiring dengan akan berakhirnya masa jabatan kepala desa Kepel, sementara proses perencanaan harus tetap di laksanakan untuk perencanaan kegiatan pada tahun 2022 yang akan datang setelah tertunda karena refocusing anggaran. Untuk itu setelah melaksanakan Musyawarah Dusun (Musdus) beberapa waktu lalu, Pemerintah Desa Kepel mengadakan Musyawarah Desa (Musdes) Khusus dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa tahun 2022, di Graha Brojoguno, Selasa (24-08-2021). Musdes Khusus tersebut dihadiri Sungkono, S.Sos Kepala Desa Kepel, Sekretaris Kecamatan Kare, Ketua BPD, Bhabinkamtibmas, Pendamping Desa, ketua RT, Relawan dan tokoh masyarakat setempat dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Wabah pandemi covid-19 banyak menjadikan perubahan penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) tahun 2020 yang banyak dialihkan untuk penanganan covid-19. Hal ini menyebabkan banyak program pembangunan di desa kepel harus ditunda. Agar program yang tertunda bisa dilaksanakan, maka Musdes Khusus ini penting dilaksanakan terlebih di akhir masa jabatan saya untuk menyongsong RKP tahun 2022 agar bisa menampung usulan warga terkait pembangunan mana saja yang perlu diprioritaskan”, Jelas Sungkono dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut Sungkono mengajak masyarakat desa kepel harus tetap waspada dengan masih mewabahnya covid-19 dengan tetap menjalankan protokol kesehatan terutama dengan menerapkan 6 M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumuman, mengurangi mobilitas, menghindari makan bersama. Hal ini bertujuan agar pandemi ini segera bisa tertangani, bisa kembali beraktivitas secara normal, karena di kabupaten Madiun sendiri sampai saat ini masih masuk PPKM Level 4 artinya masih beresiko tinggi. Dengan adanya relawan di desa kepel selama ini banyak membantu warga dalam hal penanganan covid-19. Untuk itu sebagai kepala desa sangat barterimakasih atas kerja kerasnya dari para relawan.

Setelah Musdes khusus, kemudian acara dilanjutkan dengan Musyawarah Desa Perangkingan (Musdes Perangkingan) untuk menyerap usulan warga terkait RKP 2022 yang harus segera direalisasikan. Hadir beberapa perwakilan 4 dusun, yakni dari Dusun Giringan, Kepel, Gligi dan Dowo yang langsung dipimpin Maryono selaku ketua Badan Pemusyawaratan Desa (BPD). Menurut Maryono Setelah menjaring usulan melalui tahap perangkingan kegiatan yang diprioritaskan adalah rabat jalan RT 1 gligi, rabat jalan dowo – kepel, drainase dusun dowo RT 3, pagar untuk TK di desa kepel. Program-program tersebut yang tertunda pelaksanaanya akibat pandemi covid-19 dan akan menjadi prioritas pada tahun 2022.

Anda mungkin juga berminat
Loading...