Sempat viral pelayanan buruk di RSUD Caruban Madiun, inilah penjelasan pihak Rumah Sakit

70

Ada sebuah video yang diunggah di media sosial tentang pasien yang ditolak RSUD Caruban dan akhirnya meninggal, membuat heboh warganet melihat tayangan tersebut. Hal ini membuat pihak RSUD Caruban Madiun memberikan klarifikasi tentang video yang diframing seolah layanan di Rumah Sakit milik Pemerintah Kabupaten Madiun tersebut buruk.

Bertempat di Aula RSUD Caruban, selasa (27-07-2021) jam 13.00 WIB, dr. Ali Murtadlo Kepala Bidang Pelayanan RSUD Caruban, didampingi Yoyok A Setyawan, M.Kes Humas RSUD Caruban melaksanakan konferensi pers terkait unggahan video tersebut.

“Pasien dalam video tersebut berinisial Tn T berusia 45 tahun, warga Desa Kenongo Rejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. Pasien tersebut, dibawa pihak keluarga pasien ke IGD, namun menolak untuk dilakukan tes swab, yang menyebabkan dokter tidak dapat mengambil tindakan, hal ini sesuai protap di IGD, dari hasil pemeriksaan pasien ini harusnya dirawat inap, pada saat akan dilakukan tes swab, ada satu orang saudara pasien yang ikut mengantar ke rumah sakit menolak untuk diswab,  istri pasien sebenarnya sudah menyetujui untuk dilakukan swab”, kata dr. Ali.

Setelah diberi waktu 30 menit, akhirnya keluarga pasien menolak dan memaksa untuk membawa pulang pasien. Ali menambahkan, saat dibawa ke IGD, kondisi kesadaran pasien sudah menurun karena mengalami sesak nafas.

Dengan adanya video unggahan itu secara otomatis bisa membuat nama baik RSUD Caruban tercoreng, video itu sudah menyebarkan informasi yang tidak benar. Namun pihak RSUD Caruban berencana akan melakukan koordinasi dengan pihak berwenang apakah nantinya ada tindakan secara hukum.

Anda mungkin juga berminat
Loading...