Jamu Perkul Sambirejo Madiun bantu terapi pasien covid-19 saat isolasi mandiri

85

Kreatifitas warga  RT 017/RW 007, Dusun Perkul, Desa Sambirejo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, patut diacungi jempol. Di tengah keprihatinan negara sedang dilanda virus korona, sejumlah ibu-ibu berinisiatif untuk membuat produk yang bisa membantu meringankan sakit dari pasien yang positif covid-19 saat isolasi mandiri (isoman). Jamu yang diberi nama warga sebagai jamu demang perkul itu dibuat dari beberapa tanaman seperti sambiloto, andong merah, jahe, sereh, daun kates gantung, dan air yang berasal dari mesjid.

Ajar Putro Dewantoro, kepala dusun 3 perkul mengatakan jamu hasil racikan warga tersebut saat ini belum untuk dikomersilkan, hanya sebagai tanggung jawab moral untuk membantu warga yang terpapar covid-19. Namun tidak menutup kemungkinan kedepannya akan diproduksi lebih banyak lagi dan dijadikan sebagai bentuk produk unggulan jamu demang perkul.

“Jamu hasil riset saya dan teman-teman medis tersebut untuk saat ini hanya untuk membantu warga Sambirejo yang sedang isoman karena covid-19, dan alhamdulillah banyak yang sembuh,  rencananya ke depan jamu perkul akan dijadikan sebagai unit usaha baru dan diproduksi lebih banyak lagi agar bisa membantu warga di luar desa Sambirejo”, kata Ajar kepada reporter Radio Ge FM Madiun.

Untuk warga Sambirejo yang ingin mendapatkan jamu demang Perkul kata Ajar bisa mendapatkannya secara gratis melaui ketua RT di Dusun Perkul. Dengan permintaan semakin banyak dan tidak bisa dilayani semuanya, terutama warga di luar desa sambirejo hanya bisa diberitahukan bahan dasar dan tata cara pembuatan jamu untuk diracik sendiri. Gerakan berbagi jamu tradisional diharapkan mampu meningkatkan imun tubuh warga, khususnya bagi warga yang terpapar Covid-19.

\

Selain jamu, warga secara swadaya juga memberikan bantuan kepada keluarga yang sedang menjalani isoman, berupa paket sembako seperti beras, gula, telur, mi instan, dan beberapa bahan makanan lainnya.

Ajar menambahkan, di tengah pandemi Covid-19 dan kondisi ekonomi yang sulit, warga perkul saat ini juga mengembangkan UMKM dimana produknya saat ini sudah dipasarkan secara online seperti makanan olahan dari singkong seperti prol tape perkul dan tas hasil kreasi warga. Ini merupakan hasil pelatihan BLK provinsi yang sudah diikuti oleh warga yang ingin mempunyai keahlian. Untuk makanan olahan saat ini produknya juga sudah masuk retail, sementara tas sudah di eksport ke luar negeri. (Adv – Hendri)

Anda mungkin juga berminat
Loading...