DPRD Ponorogo adakan sidang paripurna dengan agenda penyampaian Bupati terhadap Raperda RPJMD dan Pengarusutamaan Gender

53

DPRD Ponorogo hari selasa (22-06-2021) telah mengadakan sidang paripurna yang dihadiri oleh ketua, Wakil ketua, anggota DPRD Ponorogo dan juga jajaran dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Sidang paripurna dipimpin langsung oleh Sunarto ketua DPRD Ponorogo, dan dihadiri oleh Lisdyarita Wakil Bupati Ponorogo. Sunarto ketua DPRD Ponorogo mengatakan sidang paripurna agendanya adalah penyampaian Bupati terhadap Raperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Ponorogo dan juga Raperda pengarusutamaan gender.

“Rancangan peraturan daerah mengenai RPJMD ada beberapa hal yang menjadi catatan, yang pertama memang belum dilampirkan hasil evaluasi dari biro hukum Provinsi Jawa Timur, kita perlu tahu karena apakah hasil evaluasi ini masih sesuai dengan rancangan awal, yang kedua ada beberapa poin-poin yang memang mudah-mudahan ini salah ketik, beberapa hal yang belum masuk atau terpenggal, diharapkan tidak ada unsur kesengajaan”, kata Sunarto kepada Reporter Radio Ge FM Madiun.

Apabila ada unsur kesengajaan lanjut Sunarto masih ada proses pembahasan di pansus. Diharapkan RPJMD ini sesuai dengan rancangan awal, sesuai juga dengan visi dan misi Bupati terpilih.

Sunarto juga memberikan catatan terhadap jalannya sidang paripurna kali ini, meskipun mundur sekian jam tetapi tingkat kehadirannya bagus. Hal ini menurutnya adalah bagian komitmen DPRD untuk menunjukkan ke masyarakat.

“Kalau selama ini ada isu bahwa DPRD katanya mau mengganjal proses-proses di DPRD, saya pastikan itu tidak terjadi, DPRD sebagai Mitra pemerintah daerah akan mengawal, akan memberikan pelayanan kepada pemerintah, hal ini dalam rangka peningkatan pelayanan masyarakat, Insya Allah selama sesuai dengan regulasi yang ada kita akan dukung, kita akan didorong, kita akan backup,” tegas Sunarto.

Dalam kesempatan tersebut ketua DPRD juga berpesan dengan adanya beberapa perdebatan dengan beragam argumen diharapkan semua pihak saling menghormati. Masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan berita-berita di media sosial yang hanya sepenggal, sehingga muncul hujatan pada lembaga DPRD, ini seakan DPRD ini tidak lagi memikirkan masyarakat. “Hal ini penting saya sampaikan di kesempatan yang berbahagia ini, Ayolah Ponorogo ini dibangun dengan kebersamaan semua pihak terlibat, stake holder terlibat, tetapi tentu harus mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku, beberapa kasus kejadian yang masuk ke DPRD ini luar biasa, kita tidak berharap siapapun baik pemerintah, anggota masyarakat ini terjerat persoalan-persoalan hukum yang memang tidak dibenarkan oleh regulasi,” tutup Sunarto kepada sejumlah media. (Adv – Nasrudin – Reporter)

Anda mungkin juga berminat
Loading...