Diduga ada penyimpangan dalam proyek pembangunan jembatan Kejaksaan Negeri Ponorogo memanggil 15 orang untuk dimintai keterangan

93

Kejaksaan Negeri Ponorogo telah memanggil 15 orang untuk dimintai keterangannya dalam pebangunan jembatan yang ada di wilayah ponorogo. Hal tersebut seperti dikatakan oleh Khunaifi Alhumami, Kepala Kejaksaan Negeri Ponorogo.
Pada tahun anggaran 2020 melalui anggaran APBD, Pemkab Ponorogo mengucurkan anggaran Rp 4,3 milyar untuk pembangunan lebih dari 10 jembatan yang ada di Ponorogo. Namun pada pelaksanaan pengerjaan proyek jembatan tersebut diduga ada tindakan yang melanggar hukum sehingga merugikan keuangan negara.
“Tim kami sudah melakukan pengumpulan data, dari data itu ditemukan ada beberapa jembatan yang dibangun pada tahun anggaran 2020 yang diduga ada penyimpangan, kami baru melakukan 4 sampel dan dari 4 sampel itu menurut ahli jembatan sudah terdapat kerugian keuangan negara, namun dari hasil gelar perkara kemarin usulan dari tim dan usulan dari yang hadir pada gelar perkara itu untuk memperdalam mana-mana saja jembatan-jembatan yang bermasalah itu sekaligus meminta keterangan ahli hukum untuk memperkuat dugaan adanya perbuatan melawan hukum”, kata Khunaifi Alhumami Kajari Ponorogo kepada Reporter Ge FM Madiun.
Kajari Ponorogo menambahkan, adannya dugaan penyimpangan pada proyek pembangunan jembatan itu, pihaknya telah mengambil 4 sampel jembatan yang dilakukan untuk penyelidikan. Dari 4 sempel jembatan yang telah dilakukan penyelidikan, diduga ada kerugian negara sekitar 156 juta rupiah. Untuk mengetahui kerugian negara terkait pembangunan jembatan di Ponorogo, Kejaksaan Negeri Ponorogo melibatkan ahli hukum dari salah satu Universitas yang ada di Surabaya. (Nasrudin – Reporter Ponorogo)

Anda mungkin juga berminat
Loading...