Pembukaan Lahan Di Lereng Wilis Di Khawatirkan Berdampak Longsor

7

Pembukaan lahan dengan cara dibakar serta memangkas sejumlah pepohohan, di area PTNL perkebunan kandangan seluas 4,6 berpotensi bencana alam. Meski sudah ada ultimatum penghentian aktifitas pembukaan lahan, saat anggota Komisi B DPRD Kabupaten Madiun bersama warga desa kare serta dinas terkait. Namun dampak dari pembukaan lahan itu, Dinas Lingkungan Hidup menyebut kawasan lereng wilis ini, rimbunan tanaman telah musnah bahkan tak sedikit pohon berukuran besar mulai mengering karena tersambar api.

Kepala Bidang Konservasi Dinas Lingkungan Hidup, Arif Mumpuni, mengatakan, jika pembukaan lahan di Afdeling kempo dengan kondisi tanah terasering di kemiringan 46 derajat ini diteruskan, maka nantinya akan berdampak pada resapan air saat musim hujan dan berpotensi bencana tanah longsor. Rencananya dinas lingkungan hidup akan menyurati dinas yang berwenang di tingkat provinsi Jawa Timur terkait keadaan kawasan Lereng Wilis ini.

Diberitakan sebelumnya, menurut informasi, perkebunan kopi kandangan seluas 2.500 izin Hak Guna Usaha (HGU) sudah habis masa berlakunya sejak tahun 2012 dan hingga saat ini belum dilakukan pembaharuan.

Anda mungkin juga berminat
Loading...