Jumlah Pernikahan Dini Di Madiun Meningkat

14

Angka pernikahan dini di Kabupaten Madiun melonjak 100 persen, peningkatan angka pernikahan dini di masa pandemi covid-19 meningkat terpantau dari data dispensasi kawin di pengadilan agama setempat. Peningkatan bahkan kenaikannya lebih dari 100% dibandingkan kasus pernikahan dini pada tahun sebelumnya.

Jumlah kasus pernikahan dini selama delapan bulan terakhir Januari sampai Sgustus 2020 mencapai 120 pengajuan dispensasi nikah. Jumlah itu naik lebih dari 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selama tahun 2019 lalu jumlah pengajuan dispensasi kawin hanya 50 orang. Jumlah pengajuan dispensasi kawin paling tinggi terjadi pada bulan Juni yakni ada 27 pengajuan.

Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Madiun, Zainal Arifin, mengatakan, angka pernikahan dini ini dipengaruhi beberapa faktor. Salah satu diantaranya
karena hamil di luar nikah, sebagian besar pengajuan dispensasi kawin karena adanya permintaan orang tua yang ingin menikahkan anaknya. Zainal menambahkan, adanya undang undang nomor 16 tahun 2019 yang mengatur batas usia perempuan menikah dari yang awalnya 16 tahun kini menjadi 19 tahun. Hal ini juga mempengaruhi naiknya pengajuan dispensasi kawin. Pada prinsipnya semua yang mengajukan dispensasi kawin rata-rata dikabulkan. Tetapi, sebelumnya pihak pengadilan agama akan memberikan penjelasan tentang pernikahan kepada mereka.

Anda mungkin juga berminat
Loading...