Pemkot Madiun Berlakukan Sanksi Denda Pelanggar Protokol Kesehatan

19

Tim Gabungan Satuan tugas (Satgas) Covid-19 Kota Madiun menggelar Operasi Yustisi dengan tujuan untuk mendisiplinkan masyarakat terhadap protokol kesehatan, utamanya dalam hal penggunaan masker. Sekaligus menekan penyebaran covid-19 di wilayah setempat. Dalam operasi yang pertama kali digelar ini ada empat pelanggar yang terjaring Operasi Yustisi. Baik pengendara roda dua maupun pengemudi kendaraan roda empat.

Maidi, Ketua Satgas Covid-19, yang juga Wali Kota Madiun menyatakan dalam operasi tersebut pelanggar diminta menunjukkan identitas KTP, dilanjutkan sidang di tempat. Operasi Yustisi itu dilakukan menindaklanjuti Pergub Jatim No. 53/2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Operasi tersebut sekaligus untuk mengetahui sejauh mana ketaatan masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan.

Menurut Maidi sanksi denda yang dijatuhkan kepada pelanggar disesuaikan dengan Pergub Jatim No.53/2020 atau tergantung tingkat pelanggarannya. Mulai Rp50 ribu, Rp75 ribu maksimal Rp250 ribu jika tercatat sudah tiga kali melakukan pelanggaran yang sama. Jika tidak membawa uang untuk membayar denda, Satgas Covid-19 Kota Madiun akan menerapkan Perwal No. 39/2020 atau terkena sanksi sosial. Yakni melakukan penyemprotan cairan disinfektan di fasilitas umum dengan jarak 1 kilometer.

Anda mungkin juga berminat
Loading...