Petani Madiun Manfaatkan Penyusutan Air Waduk Untuk Lahan Pertanian

19

Di saat musim kemarau ini, sejumlah petani di kabupaten madiun, memanfaatkan lahan waduk saradan yang tengah mengering, sebagai lahan pertanian musiman. Dalam sekali panen, petani dapat menghasilkan hingga 1 ton gabah dari lahan waduk yang mengering tersebut.

Sejak beberapa minggu lalu petani memanfaatkan lahan waduk yang mengering tersebut, sebagai lahan untuk bercocok tanam. Mereka memilih menanam padi di lahan ini, karena dirasa cocok dengan kontur tanahnya. Panimun, seorang petani mengatakan, setiap musim kemarau ia bersama petani lain selalu menggarap lahan bekas waduk tersebut. Lahan waduk seluas 1 hektar dibagi menjadi beberapa kotak, dan dibagi dengan 5 petani lainnya. Dalam sekali panen pada musim kemarau, petani dapat menghasilkan 5 kwintal hingga 1 ton gabah dari lahan yang di garap.

Hasil tanam pada musim kemarau ini, akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan saat nanti musim penghujan telah tiba. Sebab, saat musim penghujan petani sudah tidak bisa menggarap lahan waduk, karena debit air waduk akan penuh. Pada saat musim penghujan, mereka lebih memilih bekerja sebagai buruh serabutan atau peternak.

Anda mungkin juga berminat
Loading...