Penanganan Covid-19 di Madiun Terkendala Minimnya Alat Rapid Test

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun Soelistyo Widyantono mengatakan penanganan pasien terduga terpapar virus corona atau COVID-19 terkendala dengan minimnya ketersediaan alat rapid test  atau deteksi cepat antibodi. Menurutnya, alat kesehatan tes cepat itu sulit didapatkan saat ini dan stoknya langka di pasaran. Selama ini, pemeriksaan dengan rapid test di Kabupaten Madiun bergantung pada pemberian dari Pemprov Jatim.

Pihaknya berencana memesan sebanyak 4.000 unit alat rapid test , tapi barang tersebut sulit dicari di pasaran. Ia menyebut ada sebanyak 240 unit rapid test  bantuan pemprov yang kemudian disalurkan ke sejumlah fasilitas kesehatan. Seperti 40 unit diberikan ke RSUD Caruban, 20 unit ke RSUD Dolopo, 40 unit ke Puskesmas Geger, serta masing-masing 20 unit didistribusikan ke Puskesmas Gantrung, Wungu, Jiwan, Balerejo, Mejayan, Krebet, dan Gemarang.

Karena di pasaran langka, pihaknya juga belum bisa memastikan pengadaan ribuan alat rapid test senilai Rp22 miliar tersebut. Untuk itu, tes cepat deteksi COVID-19 di Kabupaten Madiun hanya dilakukan pada mereka yang masuk kriteria khusus. Misalnya warga yang menunjukkan gejala terpapar COVID-19 atau saat kondisi tertentu. Meski alkes itu sekarang dibutuhkan, namun Soelis menegaskan hasil rapid test bukan merupakan penentu positif tidaknya seseorang terinfeksi COVID-19. Sebaliknya, alkes tersebut sebatas pendeteksi dini. Untuk memastikan perlu dilakukan tes lanjutan berupa uji swab.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat surel Anda tidak akan disiarkan.