Pemkot Madiun Sosialisasikan Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi Tahun 2020 yang Mulai Berlaku

44

Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun melakukan sosilaisasi retribusi pengendalian menara telekomunikasi terhadap sejumlah provider pemilik dan pengguna menara telekomunikasi di wilayah setempat. Dalam sosialisasi tersebut diketahui mulai tahun 2020 pemkot mulai menerapkan retribusi pengendalian menara telekomunikasi.

Penerapan retribusi tersebut tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) No 2/2019. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Madiun, Subakri mengatakan, seluruhnya ada 85 unit menara telekomunikasi yang berdiri di Kota Madiun. Menara tersebut tercatat milik 18 perusahaan provider. Sehingga diketahui satu perusahaan ada yang memiliki menara lebih 10 unit. Sedangkan untuk ketingginya pun bervariasi, mulai 6 meter, 25 meter. Menurut Subakri, selama ini pemkot belum pernah menarik retribusi dari menara telekomunikasi. Karenanya di tahun pertama penerapan retribusi nanti, pemkot manargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp150 juta.

Selain itu, kemungkinan besar tahun depan tidak ada perusahaan provider yang menambah jumlah menara di Kota Madiun. Hal itu karena jika dilihat dari titik lokasi yang terpasang menara saat ini penyebarannya sudah merata. Namun jika nantinya diterapkan zonasi, kemungkinan masih dapat dilakukan penambahan, hanya saja perizinannya yang diperketat. Sebab, satu menara tower dinilai masih dapat dimanfaatkan untuk beberapa perusahaan provider.

Anda mungkin juga berminat
Loading...