Mengenal Pneumonia, Penyakit yang Membunuh Anak Tiap 39 Detik

52

Pneumonia adalah penyakit infeksi yang menyerang paru paru. Penyakit ini dapat menyebabkan paru paru membengkak dan meradang. Pneumonia bisa saja menyerang salah satu paru paru atau bahkan keduanya. Pneumonia atau yang lebih dikenal dengan nama paru paru basah bisa membuat paru paru penderita terisi cairan lendir atau air.

Penyebab dari penyakit ini adalah adanya jamur, virus dan bakteri. Penularan pneumonia sendiri bisa terjadi saat bersin atau batuk. Virus yang keluar pada saat bersin dan batuk bisa tersebar melalui udara.

Pneumonia juga sering disalah artikan sebagai flu. Dilansir dari hellosehat.com gejala umum dari penyakit pneumonia adalah batuk disertai dahak, demam, berkeringat, menggigil, susah bernapas, dada sakit, nafsu makan menurun, detak jantung terasa cepat. Beberapa gejala lain yang bisa saja muncul namun jarang terjadi adalah kepala sakit, lemas dan lelah, mual dan muntah, nyeri sendi dan otot, batuk disertai dengan darah.

Pneumonia bisa saja menjangkit semua usia, namun pada anak anak kasus pneumonia yang tidak ditangani dengan baik dapat mengakibatkan meninggal. Dikutip dari unicef.org, lebih dari 800.000 anak dibawah umur 5 tahun meninggal karena pneumonia tahun lalu, atau seorang anak meninggal karena pneumonia setiap 39 detik menurut penelitian terbaru.

Indonesia sendiri berada di peringkat ke 6 dalam kasus pneumonia pada anak. Dilansir dari unicef.org, berikut daftar negara dengan peringkat kematian anak karena pneumonia :

  1. Nigeria 162,000
  2. India 127,000
  3. Pakistan 58,000
  4. Republik Demokrasi Kongo 40,000
  5. Ethiopia 32,000
  6. Indonesia 19,000
  7. China 18,000
  8. Chad 18,000
  9. Angola 16,000
  10. Republik Kesatuan Tanzania 15,000
  11. Somalia 15,000
  12. Niger 13,000
  13. Mali 13,000
  14. Bangladesh 12,000
  15. Sudan 11,000

Pneumonia sendiri dapat dicegah dan dapat sembuh asalkan mendapatkan penanganan yang tepat. Antibiotik dapat diberikan kepada penderita pneumonia yang disebabkan oleh bakteri. Pemberian obat batuk maupun obat demam juga bisa diberikan apabila penderita mengalami demam tinggi dan batuk. Obat batuk dapat mengurangi frekuensi batuk yang terlalu sering agar penderita dapat beristirahat dan mengencerkan dahak yang sulit untuk dikeluarkan. Penderita yang mengalami sesak napas juga bisa diberikan bantuan berupa oksigen.

Agar anak anda maupun anda terhindar dari pneumonia adalah melakukan vaksinasi, menjaga pola hidup dengan berolahraga dan menjaga makanan untuk imunitas yang baik, menjaga kebersihan diri seperti mencuci tangan, tidak merokok ataupun mengkonsumsi minuman beralkohol.

Untuk penanganan lebih lanjut anda bisa memeriksakan diri anda atau anak anda ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan obat yang tepat.

Anda mungkin juga berminat
Loading...