Perajin Tempe di Madiun Mengeluhkan Naiknya Harga Kedelai

115
Copyright pinterest.com

 

Sejumlah perajin tempe di Kota Madiun mengeluhkan kenaikan harga kedelai yang menjadi bahan baku utama pembuatan tempe. Perajin menilai naiknya harga kedelai dampaknya dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar, terlebih banyak perajin yang menggunakan kedelai impor sebagai bahan baku tempe.

Salah satu perajin tempe Maryati di Kelurahan Kelun mengatakan, sebelumnya harga kedelai di kisaran Rp 7500 hingga Rp 8.500 per kilogram. Naiknya harga kedelai yang cukup signifikan tersebut menyebabkan biaya produksi pembuatan tempe ikut naik.

Maryati menambahkan, untuk menghindari kerugian yang besar, para perajin mengaku mengurangi atau memperkrcil ukuran tempe buatannya. Caranya dengan mengurangi takaran kedelai yang dikemas ke dalam plastic atau daun pisang. Perajin tempe berharap agar harga kedelai impor kembali turun dan normal, sebab selama ini perajin tempe bergantung pada kedelai impor untuk bahan bakunya, karena kedelai impor dinilai lebih lama untuk diolah menjadi tempe dibandingkan dengan kedelai lokal.

Pendengar Setia Jangan sampai ketinggalan berita-berita menarik! Terus dengerin 93.8 Radio Ge FM Madiun dan streaming disini atau Anda juga bisa download aplikasi GeFM Gabriel di Playstore. Jangan lupa juga follow twitter & instagram @radiogefm, like fanspages di 93.8 Radio Ge FM Madiun

Anda mungkin juga berminat
Loading...