Disiplin dan Rutin Berlatih, Kunci Keberhasilan Muhamad Zulfa Alhafidz Juara Karate Internasional

27

Karate telah menjadi bagian tak terpisahkan dari diri dan anggota keluarganya. Mulai dari sang ayah, ia sendri hingga kedua adiknya telah menekuni karate sejak usia belia.  Ia adalah Muhamad Zulfa Alhafidz yang akrab disapa Hafidz, atlet karate berprestasi kelahiran 14 januari 2001.

Hafidz mengaku mulai berlatih olahraga ini  petama kali saat duduk di kelas 5 SD, dilatih langsung oleh sang ayah yang kebetulan juga mengajar kelas karate. Sejak itu juga ia secara rutin berlatih dan rajin mengikuti berbagai kompetisi. Berbagai kejuaraan diikutinya mulai dari lomba  antar daerah, sekaresidenan, hingga kompetisi karate di luar negeri. Total lebih dari 30 medali pernah dimenangkannya. Pada tahun 2017, sulung dari tiga bersaudara ini  dikirim mewakili Indonesia untuk bertanding di salah satu kejuaraan karate di negeri Jiran dan berhasil meraih juara III masing-masing untuk kelas perorangan dan beregu.

Kejuaraan luar negeri lainnya yang pernah diikuti siswa kelas 12 SMA Negeri 2 Madiun ini adalah pertandingan karate di India. Disana ia mendapatkan Juara I untuk kategori junior dan juara II kategori senior.

Sebagai atlet, Hafidz dituntut bisa menjaga performa dengan disiplin dan rutin berlatih.  Menurutnya dibutuhkan niat dan ketekunan untuk rajin berlatih, sekalipun dalam kondisi berpuasa. Namun baginya itu semua tidak menjadi masalah, karena berbagai jenis olahraga fisik terutama karate adalah hobinya. Apalagi kedua orangtua remaja 17 tahun ini sangat mendukung kegiatannya.

Hafidz mengaku selama ini dilatih secara rutin oleh sang ayah dan guru-guru karate lainnya. Ia bahkan pernah mengikuti pelatihan privat karate tidak hanya di Madiun, namun juga di Ponorogo, Solo, hingga Jakarta.

Dengan seringnya ia mengikuti kompetisi, sebagai konsekuensinya Hafidz harus sering meminta ijin dispensasi  untuk meninggalkan sekolah. Namun beruntung, para guru dan rekan-rekannya sangat mendukungnya. Ketika ditanya bagaimana cara membagi waktu antara latihan dan belajar, remaja yang bercita-cita menjadi anggota TNI ini bilang saat di kelas dirinya harus benar-benar memfokuskan diri pada pelajaran sehingga ketika berada diluar ia bisa fokus pada aktivitasnya sebagai atlet karate. Dan  untungnya selama ini ia tidak mengalami kendala terutama dalam hal belajar.

Hafidz saat ini juga dipercaya menjadi salah satu pelatih karate di sebuah lembaga pelatihan karate yang didirikan sang ayah di daerah Takeran Magetan. Lembaga yang merupakan cabang dari Inkanas ini mempunyai ratusan murid dari berbagai wilayah dari Madiun, Magetan dan sekitarnya dengan berbagai rentang usia mulai TK hingga SMA. Lembaga pelatihan karate ini juga bertujuan menyaring bibit-bibit atlet yang nantinya bisa dikirim untuk mengikuti berbagai kejuaraan.

Meskipun  sering mengalami cedera saat berlatih maupun bertanding, baik cedera di kaki bahkan hingga pernah  pingsan seharian setelah bertanding, Hafidz mengaku tidak pernah kapok. Bahkan ke depannya ia bermimpi bisa terus bertanding dan bisa terpilih mewakili Indonesia di ajang sekelas SEAGAMES , ASIAN GAMES hingga olimpiade.

Hafidz juga bercita-cita kelak bisa mendirikan sekolah karate level nasional seperti Hiroshi, sebuah sekolah karate yang berbasis di Jakarta. sekolah inilah yang mensponsorinya bertanding ke luar negeri.

 

Reporter : Rosi Ge FM

Anda mungkin juga berminat
Loading...