Cerita Valentinus Ezra Rizky Cakasana, Siswa Pertukaran Pelajar Ke Jepang Beasiswa AFS

52

Valentinus Ezra Rizky Cakasana adalah salah satu siswa dari SMAN 2 Madiun yang pada 2015 berhasil lolos seleksi nasional mendapatkan beasiswa penuh dari AFS untuk mengkikuti program pertukaran pelajar (exchange student) ke negeri sakura selama satu tahun lamanya.

Valen, sapaan akrabnya mengaku terdorong mengikuti seleksi ini salah satunya karena termotivasi oleh kakak kelasnya yang juga tinggal di dekat rumah.  Kata dia, meskipun berasal dari keluarga tidak mampu sang kakak kelas berhasil mendapat beasiswa penuh AFS ke Amerika pada 2010 silam. Inilah yang menjadi penyemangat buat Valen. Kalau si kakak kelas saja bisa, kenapa ia tidak…

Selama  tahun 2016 hingga 2017, ia tinggal bersama host family di kota Nigata. Ia mengaku merasa beruntung tinggal di tengah keluarga yang memiliki anak-anak masih kecil. Dengan begitu ia bisa belajar berkomunikasi dalam  bahasa Jepang  bersama anak-anak dari host family-nya. untuk bisa berdaptasi dengan keluarga baru, tempat baru, budaya dan bahasa yang baru tentu butuh waktu. Namun Valen mengaku cukup menikmatinya. Meskipun  ia telah berada kembali di Indonesia , pemuda kelahiran Madiun 10 Februari 1999 ini mengaku hubungannya  dengan keluarga angkatnya hingga kini masih terjalin dengan sangat  baik.

Selama tinggal di jepang, Ia bersekolah sebagai siswa kelas 11. Menurutnya yang membedakan sistem pendidikan di Jepang dengan Indonesia adalah sejak awal siswa sudah mengikuti penjurusan sesuai minat belajar masing-masing, IPA,  IPS, dan Bahasa sehingga beban pelajaran tidak seberat sekolah di Indonesia. Valen sendiri memilih masuk di jurusan IPS. Ia mengaku nilai bahasa Inggrisnya seringkali paling bagus di kelas, karena kemampuan bahasa inggris rata-rata penduduk Jepang tidak sebagus orang Indonesia.

Seringkali Valen bersama siswa pertukaran pelajar lainnya dari berbagai negara juga mengkuti festival  internasional di Tokyo.  Di saat itulah ia menggunakan kesempatan tersebut untuk mngenalkan budaya Indonesia lewat pertunjukan seni budaya. Salah satu yang pernah ia tampilkan adalah bernyanyi keroncong dengan mengenakan baju beskap (baju adat jawa untuk laki-laki).

Satu tahun belajar di Jepang, pemuda yang baru menamatkan pendidikannya di SMAN 2 ini mengaku sangat terkesan dengan keramahan dan penerimaan warga Jepang terhadap warga Indonesia seperti dirinya. Karena itu ke depannya ia berencana untuk dapat melanjutkan studi S2 di negeri sakura itu.

Reporter : Rosi Ge FM

Anda mungkin juga berminat
Loading...